Rabu, 02 Oktober 2013

Mocca - What If

What if I give you my smile?
Are you gonna stay for a while?
What if I put you in my dreams tonight?
Are you gonna stay until it's bright?

What if I give you my story?
Are you gonna listen to me?
What if I give you my heart?
Are we never gonna be apart?

Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
'Cause you're the one I wanted to be

What if I do ignore you
Will you just walk away and cry?
What if I did disappoint you?
Are you gonna say goodbye?


Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
'Cause you're the one I wanted to be

What if I try to catch flying snitch?
Are you gonna come with me?
What if I give you my song?
Are we gonna sing along?

Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
'Cause you're the one I wanted to be

What if you leave me right here?
I'm right here and waiting for you.

10:34.
Mocca. Secangkir kopi. Setumpuk tugas.
Kamu. (yang mungkin) duduk menunggu pasien di ruang Radiologi.

Senin, 30 September 2013

Stoplesnya pecah

Hari ini kamu tersenyum. 
Tapi aku tidak bisa ikut tersenyum. 
Kamu lupa mengajakku ikut serta. 

Hari yang membuatku sedih adalah hari ketika kamu memberikan senyummu pada perempuan lain. 
Hari yang membuatku sedih adalah hari ketika kamu tiba-tiba pergi bersama perempuan lain.
Baiklah aku baru saja berbohong, aku tidak se-drama itu.

Sebenarnya bukan melihatmu pergi bersamanya yang membuatku bersedih.
Aku sedih karena kamu tidak memberitahuku 

bahwa kamu tengah melewati perjalanan yang bahagia—tak peduli itu dengan siapa.

Ya, sesederhana itulah sayangku. 

Aku tidak peduli dengan siapa pun kamu pergi, 
atau dengan siapa pun kamu ber-foto sambil tersenyum lebar. 
Aku mempercayaimu sepenuhnya.

Aku hanya merasa tidak kebagian cerita bahagiamu

—sedang setiap kali kamu kesulitan, aku selalu ada di sini.

Iya, aku pasti akan mudah lupa. Aku akan lupa bahwa kamu pernah tidak bercerita.
Dan semua akan kembali baik. Tapi pertanyaanku yang tak pernah terjawab itu ternyata menggelembung tanpa kusadari di ruang hatiku. Hingga ada di suatu ketika mereka meledak dan menghancurkan isinya. 

Tanpa bisa kuprediksi aku tiba-tiba merasa cukup dengan ini semua. 
Rasa cukup itu datang seperti gempa.

Menggoyahkan segalanya, kepercayaan, harapan, pun berhasil menjatuhkan stoples
sayang yang selama ini aku letakkan di atas lemari janjiku. 

Stoplesnya pecah.

Iya, aku sayang padamu. Mungkin sangat sayang padamu. Atau bahkan sangat-
sangat sayang padamu. Tapi aku tidak berdiri di sisimu untuk melihatmu dengan
mudahnya melupakanku ketika kamu bahagia. 

Bukankah itu agak keterlaluan?

Aku bahkan sangat sedih ketika membiarkan diriku memikirkannya lebih dari 2 menit. 

Seperti ketika aku kembali memikirkannya sambil menulis paragraf ini.

Bukan, bukan aku hitung menghitung soal apa yang penah kuberi. 

Aku bahkan sudah lupa apa saja yang pernah aku berikan.



Aku punya perasaan di dalam hatiku, aku harap kamu tidak lupa itu.
Aku tahu kamu selalu mampu bahagia tanpaku. 

Tentu saja kamu boleh merindukanku. Bercerita padaku bila kamu ingin. 
Kita selalu baik-baik saja. Kita hanya tidak seperti dulu lagi.

- Falafu

Rabu, 18 September 2013

Farmasi

"Satu, Farmasi di hati
Dua, Farmasi bergengsi
Tiga kata 'tuk Farmasi, 'kami bangga padamu'
Empat, Farmasi yang oke. Farmasi yang selalu terdepan
Lima tanda 'tuk Farmasi
Farmasi T O P B G T'
- Salah satu lagu wajib PPSM 2012, Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jakarta 2
Lagu itu, masih terekam jelas di memori.
Udah setaun berlalu.
Tapi masih terngiang. Dan terasa banget.
Setaun yang lalu, berasa gambling banget masuk di Jurusan ini. Dan sekarang?
Satu, Farmasi di hati.
:)) "Allah, Maha membolak-balikan hati."

Dulu kalo denger Farmasi, mindsetnya langsung tertuju ke Apotek. Atau Apotik?
Nyebut tempat kerjanya aja masih salah. Dan sekarang, akhirnya tau kalo lapangan kerjanya buanyaaaaaak buanget. Mau yang jauh, mau yang deket. Mau yang elit, mau yang biasa aja. Mau di Rumah Sakit, mau di BPOM, mau di Puskemas, mau di Klinik Kecantikan, atau mau di Apotek dekat rumah? Bisa :))
Dua, Farmasi bergengsi.

Siapa yang tau seluk beluk cara kerja obat? Dokter?
Beliau hanya kuliah tentang obat satu semester, Bung. (sumber: blog seseorang)
Siapa yang hafal dosis obat diluar kepala?
Kami. Yang memiliki buku ISO dan OOP disamping ranjang kami :))
Tiga kata 'tuk Farmasi 'kami bangga padamu'

Siapa yang bisa menguji efek Farmakologi obat setiap minggunya?
Farmasis paling bisaaaa :D
Siapa yang menemukan obat-obat baru di bumi?
Dokter? Bukan dong, pastinya ahli Farmasi ~:p
Empat, Farmasi yang oke, Farmasi yang selalu terdepan.

Sekarang, rasanya bangga deh jadi mahasiswi Farmasi. Ilmunya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bisa membantu orang.
Mungkin ini definisi 'bahagia' yang baru. 
Mungkin.

Lima tanda 'tuk Farmasi
Farmasi T O P B G T.

Kamis, 11 Juli 2013

White Shoes and the Couples Company - Kisah dari Selatan Jakarta

Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
Yang terpenggal di selatan Jakarta
Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
Tiada angan hampa penuh peluh ataupun nestapa

Ini kisah yang tak akan mungkin terlupa
Tanpa nuansa asmara dan cinta
Tak perlu ada rahasia, dusta bahkan tipu daya
Semua terasa hambar nampaknya

(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba 'kan disiksa, tak mengapa
(pun hamba tak kuasa menutur paksa maksa cerita Hamba tak ingin ada kecewa)

Hapus air mata, titisan duka lara
Jua hamba tak memelas dipuja

Derita dan buruk sangka, suka cita penuh tawa
Entah apapun hendak dikata
(jika gundah yang tuan rasa)
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba 'kan disiksa tak mengapa

(jika ada yang bertanya, oh ini kisah tentang apa)
Maafkanlah hamba oh sungguhpun hamba tak kuasa
(baiknya duduk manis saja, simak hamba bercerita)
Dan tak perlu tuan tanya
Hamba tak akan pernah mampu untuk menjawabnya
--
This song trapped on my mind.

Senin, 08 Juli 2013

Hanbok Experience

Jum'at kemarin, tepatnya tanggal 5 Juli 2013 KCCI (Korean Cultural Center Indonesia) mengadakan event bulanan mereka: Hanbok Experience! Sebenernya gue udah lama banget nunggu-nunggu waktu yang pas buat dateng ke Hanbok Experience diantara kuliah gue. Dan datanglah event ini ditengah liburan :D
Kalo menurut webnya, KCCI berlokasi di Equity Tower 17th Fl, SCBD Lot 9, Jl. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190. Rada ngambang gitu ya... dimana sih itu? Simpelnya, KCCI itu ada di deket Halte TJ Polda. Turun dari situ, tinggal jalan dikit nyampe deh di SCBD Lot. Abis itu masuk ke Equity Tower. Nah.. sebelum masuk Equity Tower kita harus nukerin KTP kita sama numbertag (or whatever you say) buat open gate. Oiya, sebelum masuk gedung tas kita juga diperiksa loooh gaboleh bawa macem macem :D
Setelah masuk gate, kita langsung menuju ke KCCI di lantai 17! Yang pertama diliat adalah ini:
ini diambil dari sini
Kalo lagi ada Hanbok Experience, bakalan ada announcementnya di meja itu. Kalo lagi ga ada, ya meja ya kosong aja gitu :D gue ga sempet moto yang kemaren nih (pas ada announcementnya) yaa pokoknya begitu deh tempatnya :D
Jumat kemaren, gue pergi sama Dini. Perjalanan ke KCC itu perjuangan banget (buat gue) karena gue sempet nyasar dulu sendirian -___- bukan nyasar sih sebenernya, tapi muter dulu. Karena gue naik TJ dari halte Prumpung dan gue ga ngerti harus transit dimana. Dan mas mas TJ juga memutarjauhkan jarak gue! Dia nyuruh gue turun di halte Cempaka Mas dan itu jauuuuuuuuh banget dari Harmoni aaaak -_- pokoknya jadi jauh banget deh sebel. Tapi sebelnya kebayar pas udah pake Hanbok hueheheee
Begitu nyampe di KCC gue langsung nyariin tempat ganti baju Hanbok, dan langsung pake Hanbok ga perlu ngantri. Soalnya hari itu rada sepi gitu.. and here we are.


 

Kita dikasih waktu 15 menit buat foto-foto di sekitar KCC. Tapi ga boleh masuk ke Exhibition Room. Karena cuma berdua, jadinya kita minta difotoin orang dan sebaliknya (motoin orang yang cuma berdua).


Disini, hanbok yang tersedia ada banyak. Ada yang buat perempuan, ada yang buat laki-laki. Kalo buat perempuan, ada hanbok ratu dan putri. Yang Dini pake itu hanbok ratu, kalo yang gue pake hanbok putri. Buat laki-laki kayanya hanbok orang biasa yaa (sotau hehe)
Karena gue dateng pas ada pameran, jadi propertinya ga sebanyak hari biasa. Hari biasa suka ada mainan tradisional korea, tapi hari itu cuma ada bendera sama kipas aja. Tapi itu juga udah lumayan :D gratis gituuu
15 menit itu ga berasa banget. Rasanya kurang lamaaaaaa -____- 
Abis foto foto pake hanbok kita masuk ke Interlink Printmarking Exhibition :D lukisan karya orang-orang korea. Sempet foto-foto juga disana:
ini diatas panggung. yang biasanya buat hanbok experience


ini sama lukisannya siapa ya..... *zoom zoom zoom*
ini ceritanya udah mati gaya kebanyakan foto foto.
Tempatnya bagus deh buat orang yang suka narsis hahaha banyak spot buat foto-foto bagus. Dan juga banyak komputer yang bisa buat online. Banyak tv juga yang nayangin acara & mv artis korea. Buat yang hobi baca, ada perpustakaan juga disitu. Koleksi bukunya banyak loh, ini cuma salah satu rak disana:

Oh iya, kalo member bisa pinjem buku sama dvd drama korea loh disini :D lumayan lengkap koleksinya. Ini salah satu rak dvd yang ada disana:

 

 Buat yang penasaran pengen kesana, tanggal 16 bakalan diadain Hanbok Experience lagi. Mulainya jam 10 pagi sampai selesai. Jumat kemaren selesai jam 1, tapi biasanya sih selesai jam 4. Mendingan dateng pagi deh, jadi ga ngantri dan bisa foto lebih dari 15 menit ;;)







Salam dari 15 minutes Korean-Princess :*


Jumat, 25 Januari 2013

always Laila

"Gemuruh dihatiku mereda sendirinya
Langit menjadi lebih cerah
Dan udara tak lagi menyesakkan dada
Mungkin karena telah kutemukan definisi dari cinta
Makna tak lagi berasal dari pertemuan
Rasa rindu membuatku bahagia"
- Phrameswara

Mungkin akhir-akhir ini Indonesia sedang dibuat kagum oleh kisah cinta Habibie - Ainun. Tapi buat saya, ada kisah cinta lain yang lebih mengagumkan. Tidak nyata sih, tapi lebih gereget dari kisah Habibie - Ainun. Kisah cinta ini dikemas dalam sebuah novel, yang ditulis oleh Andi Eriawan. Judulnya Always, Laila (hanya cinta yang bisa)

Namanya Laila.
Perempuan ini punya segalanya.
Phrameswara, salah satu kepunyaan Laila selama 8 tahun. Phrameswara yang romantis. Tukang gombal. Orang Bandung tapi ga suka bioskop dan FO (Factory Outlet). Phrameswara yang tinggal di Cimenyan. Bersama ayam dan pohon Jambu. Phrameswara yang jago masak, sedangkan Laila yang cuma bisa menghancurkan masakan.

Kisah mereka berdua sebenarnya sederhana.
Masa SMA, Kuliah, Kerja. Klise. Penuh gombalan. Tapi semuanya terasa sangat nyata dan tidak berlebihan. Awal masuk SMA, kencan pertama, masa putih abu-abu, SNMPTN, kuliah, converse baru, pesawat lalu kerja. Indonesia. Malaysia. Semuanya dijelaskan dengan singkat, tetapi detail dan membekas di benak pembaca. Banyak puisi-puisi romantis dan percakapan klise tapi 'errrgh' banget di novel ini. Di pertengahan buku, kisah klise mulai berubah haluan. Konflik-konflik mulai muncul dan booooom. Sukses bikin siapapun yang baca novel ini nangis di akhir cerita.

Sosok Pram di novel ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Setiap kalimat yang ada di novel ini sukses membuat saya mau punya pacar yang kaya Pram. Dan mau nyobain cerita yang sama kaya Laila hahaha seems so cheesy. Tapi novel ini highly recommended. Buat saya, novel ini patut diberi rating 4,5 dari 5. Novel ini terbit tahun 2004, dan sampai sekarang, 9 tahun setelah terbit. Saya masih suka banget sama cerita di novel ini. Sayangnya, novel ini udah ga terbit lagi. Novel saya pun sudah hilang entah kemana. Dan pdf nya susah sekali dicari. Padahal pengen baca lagi :'

[UPDATE]
Edisi repackage udah meluncur di toko buku terdekat. Covernya lebih bagus. Suka banget.
Kalo mau beli online bisa beli disini. Harganya 40.000, ada diskon jadi 32.000. Harga sebanding sama isi ceritanya :'))
 

Template by Best Web Hosting