Jumat, 26 Mei 2017

Rindu

Berapa malam kebelakang, dada ini terasa seperti penuh.
Seperti terisi banyak hal.
Disesaki senyum yang terus tersungging.
Disesaki tawa yang terus membuncah.
Disesaki kamu yang selalu ada.
Dan disesaki rindu, yang tak kunjung pulang.

Rindu dan jatuh cinta.
Dua rasa yang teramat jarang aku rasakan.
Ku ingin membahasakan apa yang aku rasa.
Kebahagiaan ini.
Rasa penuh di dada ini.
Tapi rasanya,
susah sekali.

Seperti terbiasa terjebak di zona kesedihan.
Aku sampai mati rasa.
Lupa cara memverbalkan apa yang dinamakan cinta.
Lupa cara melisankan apa yang dinamakan rindu.

Ah Kang,
Mungkin cuma kamu yang mendengar kata rindu meluncur dari mulutku.
Mungkin cuma kamu yang bisa membaca kata rindu yang kukirimkan.
Karena sampai detik ini, aku masih belum bisa membahasakan rindu yang aku rasa.

Yang rasanya seperti hujan di musim kemarau.
Yang rasanya bagaikan matahari selepas salju.
Yang rasanya bagaikan terpercik air di gurun sahara.
Yang rasanya bagaikan aku, dicintai oleh kamu.

Semoga terus seperti ini,
Sampai aku bisa membahasakan rinduku untukmu.
Suatu hari nanti.


Salam sayang, 
Neng Drimi, untuk Akang Pseudonim.

26/5/17 
20:41
 

Template by Best Web Hosting