Senin, 14 November 2016

untuk orang yang sama

melamuni hasrat sia-sia, mengetuk jari-jari di keramik
bayang-bayang yang berbayang semu, membuat suasana pelik
binatang-binatang malam berbisik-bisik
mendesak panca-indera untuk mengelabui,
apa yang tengah terjadi. di bilik-bilik

menawan sekali,
detak jantungku yang terlampau cepat
memberi tanda bahwa ia telah kembali.
tidak pernah mengucapkan salam yang tepat,
menyelinap masuk, menyusun cerita belaka.

tidak lucu,
aku tidak pernah suka,
cara kamu membuat segalanya lebih berantakan dari sebelumnya.

jangan terlampau percaya diri,
bahwa aku akan kembali lagi,
melenggang indah menggedor-gedor pintu hatimu,
rela mati sendiri kalau kamu tidak menemani.

dulu kau sendiri yang tusuk-tusuk aku
dengan pisau tumpulmu,
pelan-pelan, lubangnya jadi dalam
membekas, asal kamu tahu.

aku tidak sedikit pun punya niatan
untuk menghapus titik yang aku gores,
dengan spidol permanen di ujung kalimat kita.
pintu sudah ditutup. kunci sudah ditelan.

tidak usah repot-repot mencari.
coba jaga nyawamu sendiri,
supaya dia tidak terbang pergi.
bagaimana?

-d

Sabtu, 12 November 2016

Berhenti

Aku akan berhenti menulis tentangmu.
Tentang dia.
Tentang kita yang sudah hancur menjadi abu.
Tentang cinta yang terlukai dusta.
Tentang cinta yang terbagi.
Tentang pengkhianat yang memilih penggoda.
Enyahlah.

Hujan di Cikini.
Dua belas November, Dua Ribu Enam Belas.

Patah,
dan berpisah.

Minggu, 06 November 2016

Pertama

Bukan tentang harga, bukan tentang dengan siapa, bukan tentang besar kecilnya.
Tapi tentang usaha.
Usaha yang tidak pernah terkhianati oleh hasil.
Usaha dengan benar, hasil pasti searah.
.
.
.
Padahal lagi ngomongin boneka di vending machine. Seumur hidup baru sekali berhasil dapet ginian. Langsung dapet dua lagi. Ah bahagia sesederhana ini!❤


 

Template by Best Web Hosting